Thursday, May 12, 2005

Hamzah Fansuri

Dikirimkan oleh Ustadz MF ke Mailing List LaaTahzan..
Thanks to Ustadz MF...:-)


Hamzah Fansuri

Sidang `asyiq mencari Lawan
ke Bait al-Qudus pergi berjalan
kerjanya da'im membuangkan kawan
itulah sedia anak bangsawan

Ialah sampai terlalu `asyiq
da'im ia minum pada cawan Khaliq
mabuk dan gila ke Hadhrat Raziq
itulah thalib da`wanya shadiq

Minuman itu terlalu masak habis
dapat diminum pada fardh yang khamis
jika hendak kau minum sekalian habis
wujud wahmi jangan kau labis

.....
.....
.....

Hamzah Fansuri di dalam Makkah
mencari Tuhan di Bait al-Ka`bah
di Barus ke Qudus terlalu payah
akhirnya dapat di dalam rumah .


Dijelaskan oleh Ustadz DSF...
Thanks to Ustadz DSF...:-)

Segala puji bagi Allah... perjalanan yang ditempuh Syekh Hamzah Fansuri utk mencari Tuhan berakhir dengan happy ending.
Mengembara bersusah payah mencari Tuhan kemana-kemana dari Barus sampai ke Mekkah akhirnya malah ditemukan di dalam rumah (sengaja dibold oleh ust. farhan tuh... :)
Di dalam dirinya sendiri terdapat 'Rumah Tuhan'. Baitullah berada di qalbu orang mukmin begitu dlm hadits.

Dalam Hadits Qudsi Allah berkata, " Tidak akan cukup untuk-Ku bumi dan langit-Ku, tetapi yang cukup bagi-Ku hanyalah hati hamba-Ku yang mukmin."
Jadi ternyata...untuk mencari Allah, yaitu mencari SUMBER kebenaran dan kebahagiaan hidup yg hakiki tidak perlu mencari jauh-jauh keluar.
Semuanya sudah tersedia di dalam diri kita masing-masing...tinggal kitanya saja yg harus berusaha utk menyelaminya.....


Dan dilengkapi oleh Ustadz Dwee
Thank to Ustadz dwee

Yo'i, sepakat Ustaadz Doni ^_~

Seperti bunyi dalam sebuah hadits yang terkenal, "Man'arafa nafsahu fa qad 'arafa rabbahu", Barang siapa mengenal dirinya maka mengenal Tuhannya. Dalam BahasaArab, penggunaan "qad" disambung dengan "fiil madli"(dalam hal ini adalah 'arafa) menandakan suatu yang PASTI, apa lagi ditambah dengan kata "fa", danBUKANNYA "tsumma", yang berarti sesuatu yang langsung terjadi antara peristiwa I atau sebab (mengenal diri) dengan peristiwa II atau akibat (mengenal Tuhan) tanpa adanya jeda waktu.

Jadi teringat di dalam sebuah kisah pengembaraan Socrates ke Oracle Delphi, "siapa manusia yang paling bijak". Jawabannya "Gnothi seuthon" artinya kenalilah dirimu. Yah, Tuhan seusai dengan persangkaan hamba-Nya, dan nilai seorang hamba juga dipengaruhi bagaimana dia mempersepsi dirinya. So, makanya mari kita belajar mengenal dan MENCINTAI diri sendiri :) Gambattene,Mina-san!

Makasih yach buat semua contributor.....

Posted by Nopee for LaaTahzan

0 Comments:

Post a Comment

<< Home