Wednesday, May 11, 2005

Summary Pengajian Rabu Malam Ceria 2 Maret 2005

AKAL, HAWA DAN FUAD

Manusia punya potensi untuk berbuat baik dan buruk.
Awal ketika melakukan sesuatu, akan selalu ada tarikan dari 2 arah yaitu baik dan buruk.
Kalau sudah terbiasa berbuat dosa -> akan lebih kuat tertarik ke arah maksiat
Kalau terbiasa berbuat baik -> pasti akan lebih tertarik ke arah kebaikan

Yang menentukan sesuatu hal yang kita lakukan tersebut salah atau benar adalah Obyek yang kita pilih.
Misal :
Pembunuhan dan penipuan.
Membunuh dan menipu itu bisa jadi tindakan yang baik ataupun buruk tergantung dari obyeknya. Karena sesungguhnya Allah menciptakan dorongan untuk bisa membunuh / menipu kepada manusia itu sebenarnya bertujuan baik, sebab dengan hal itulah manusia dapat bertahan hidup dan mempunyai peradaban, hanya tergantung kepada obyek/perlakuan yang dipilih oleh manusia tersebut.

Contoh Pembunuhan dan penipuan yang baik :
- Membunuh itu baik jika obyeknya hewan yang hendak dimakan
- Algojo yang membunuh orang yang dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan
- Menipu binatang yang hendak disembelih agar lebih mudah ditangkap, dsb.

Tetapi jika pembunuhan dan penipuan tersebut mengakibatkan kesengsaraan terhadap orang lain, pembunuhan dan penipuan tsb merupakan tindakan yang buruk.

Jadi Baik dan Buruk itu -> merupakan output dari perilaku kita terhadap obyek yang dipilih.

Input -> Proses -> Output

Input : Panca Indera (mata -> penglihatan, telinga -> pendengaran)
Proses : Berlangsung dalam nafs (ada gambarnya euy------------mungkin mba intan bisa tolong di-scan or diperbanyak fotocopy-nya untuk rabu depan J ya, thanks)
Output : Perbuatan baik / Perbuatan buruk

Didalam nafs/jiwa kita terdapat bagian2 :
Lingkaran pertama di dalam jiwa kita ada yang disebut shodr (rongga)
Dan di dalam shodr ada yang namanya Qalbu.
Nah---- didalam Qalbu ini ada lingkaran yang terdiri dari :
AKAL
HAWA
FUAD

AKAL dan HAWA ini selalu berperang/bertentangan.
FUAD -> bisa baik/buruk tergantung siapa yang menang, AKAL atau HAWA.
Jika HAWA yang mendorong lebih dominant maka -> timbullah keinginan.
Perbuatan baik = AKAL >>> HAWA
Perbuatan buruk = AKAL <<< HAWA
Orang yang melakukan kejahatan tidak ada hubungannya dengan pendidikan, tetapi tergantung AKAL dan HAWAnya lebih dominant yang mana.
Orang yang berpendidikan tinggi bahkan mungkin bisa berbuat kejahatan yang lebih besar jika AKALnya dikuasai oleh HAWA, mis. Tindakan korupsi, semena-mena, dsb.

Orang yang terlalu memperturutkan HAWA dan tidak memperturutkan AKAL-nya -> akan masuk neraka.
So---------- Kekanglah / Kontrol lah HAWA-mu.
Firman ALLAH dalam Surat Yunus : 100 :
“Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.”

Orang hanya bisa beriman jika akalnya bekerja.
Logikanya : Bagaimana bisa ada iman jika tidak tahu ilmunya.Jadi PENGETAHUAN dulu harus ada -> baru kemudian IMAN.
Jika tanpa menggunakan akal, pengetahuan dan pemahaman -> itu berarti DOKTRIN

AKAL inilah yang akan menjadi penyelamat kita dari api neraka.
Dalam Surat Al Mulk : 10 :
“Dan berkatalah penghuni neraka : Seandainya dulu ketika di dunia, kami mendengarkan dan menggunakan akal, kami tidak akan menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.”

0 Comments:

Post a Comment

<< Home