Wednesday, May 11, 2005

Summary Pengajian Rabu Malam Ceria 23 Februari 2005

PENGENALAN MA’RIFATULLAH DAN MA’RIFATUL INSAN

Kalau kita ingin mengenal Allah, kita harus mengenal diri kita sendiri dulu.
Dan hanya manusia lah satu-satunya mahluk Allah yang mengenal-Nya berdasarkan ikhtiar.
Dalam Surat Al Mukminun : 12,13,14
Dijelaskan mengenai Proses Penciptaan Manusia.
Dan setiap penciptaan itu mengikuti hukum sebab akibat (ada proses), tapi ada juga penciptaan yang tidak mengikuti hukum sebab akibat atau langsung “Kun Fayakun” oleh Allah yaitu pada saat ditiupkannya ruh kedalam jasad manusia.

Manusia terdiri dari 3 bagian, yaitu Jasad, Ruh dan Nafs.
Penjelasan :
Jasad manusia berasal dari tanah (tidak suci) yang terdiri dari berbagai macam unsur yang terdapat di tanah.
Ruh berasal dari Allah (suci).
Dan kemudian kedua aspek tersebut digabungkan sehingga lahirlah mahluk yang ke-3 yaitu : Nafsani (Jiwa / batin -> non material).
Nafsani inilah manusia yang sesungguhnya -> setelah kejadian ini (penciptaan), cepat atau lambat manusia akan mati -> untuk kemudian dibangkitkan lagi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya selama di dunia.

Pengertian dari kematian adalah : Kembalinya unsur-unsur pembentuk ke asalnya yaitu jasad -> kembali ke tanah dan ruh -> kembali ke Allah.

Hal yang dapat diambil hikmahnya dari penjelasan diatas adalah :
Bahwa sesuatu yang bersifat lahiriah (mis. Kecantikan, kegantengan, dsb) itu adalah semu, karena semuanya pasti akan kembali ke tanah.
Dan coba kembali tanyakan kepada diri kita seberapa besar masukan yang kita berikan dan seberapa banyak waktu yang kita habiskan untuk “jiwa”.
Kita cenderung hanya perduli pada jasmani yang berasal dari tanah -> padahal akan kembali juga ke tanah dan habis story-nya.
So……Betapa meruginya orang yang hanya perduli pada jasmani dan dunia.

Kematian itu sebenarnya indah sekali (jadi---- tidak perlu ditakuti)
Rindukanlah kematian itu untuk kembali kepada Allah, karena sebenarnya dunia itu sangatlah berat (penuh dengan tuntutan).

Dalam Surat Al Fajr : 27 – 30, dijelaskan tentang Penghargaan Allah Terhadap Manusia yang Sempurna Imannya.

Surat As Sajadah : 7,8,9
Menjelaskan : Proses Kejadian Manusia dan Kebangkitannya di Hari Kiamat.

Kelebihan manusia dari mahluk lain :
Manusia memiliki Penglihatan, Pendengaran, Pikiran (software) yang bisa berfungsi meskipun mata, telinga dan otak (hardware) kita tidak berfungsi.
Pembahasan diatas menunjukkan bahwa :
Ada sesuatu dalam diri kita yang tidak terikat oleh, ruang, materi dan waktu.

Dalam Surat Asy Syam : 7,8,9 dijelaskan :
Dalam nafs manusia ada 2 hal yang saling mempengaruhi, yaitu :
- Yang mengarahkannya kepada kefasikan ------------- dan ---------------
- Yang mengarahkannya kepada ketakwaan

Yang punya identitas individual dan bertanggungjawab di hari perhitungan nanti adalah nafs (Al Baqarah : 48).
Dan tindakan yang dipertanggungjawabkan -> tindakan yang dipengaruhi pikiran

Yang bisa mengotori nafs adalah : Pikiran dan Perbuatan
Jadi jika kita ingin baik -> maksimalkanlah pikiran yang baik dan perbuatan yang baik, caranya : lihatlah yang baik-baik saja, dengarkanlah yang baik-baik saja sehingga bisa berbicara yang baik-baik saja.

Dalam Surat An Naazi’aat : 37, 38 dijelaskan bahwa Pada Hari Kiamat nanti Teringatlah Manusia akan Perbuatannya di Dunia.

Dalam kehidupannya di dunia, manusia membutuhkan HAWA tetapi nafs kita tidak boleh dikuasai oleh HAWA tersebut, HAWA hanya diperlukan dalam jumlah tertentu saja.
Dan yang bisa mengontrol HAWA adalah AKAL, oleh karena itu AKAL harus menang dari HAWA.
Manusia tidak akan tenang jika nafs-nya dikuasai HAWA.


Regards
-Jay-

0 Comments:

Post a Comment

<< Home