Wednesday, May 11, 2005

Summary Pengajian Rabu Malam Ceria 23 Maret 2005

Hawa dapat diartikan :
- dorongan-dorongan (driving force untuk cenderung kepada sesuatu)
- menarik ke bawah (dalam Surat An Najm (53):1 -> hawa diartikan sebagai terbenam)
- dalam Surat Al Baqarah : 87 dan Al Maidah (5) : 70 dijelaskan bahwa hawa tidak sesuai keinginan / jiwa, maksudnya : selalu ingin diperturutkan.

Dalam Al Qur’an terdapat kata ILMU >< ZON
Nb : >< = lawannya
Ilmu ----- sudah terbukti kebenarannya, sedangkan
ZON ------- adalah prasangka.

HAWA cenderung mengikuti ZON / prasangka.
Misal : Jika kita tidak suka terhadap seseorang, pasti akan cenderung berprasangka atau menjauhi orang tersebut.
Maka -> Kita harus mengikuti PETUNJUK agar tidak terlalu memperturutkan HAWA.

Dalam Surat An Nazi’at (79) : 40, 41
dijelaskan : Bahwa orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka surgalah tempat tinggalnya.

Puasa, merupakan salah satu cara Melatih Hawa.
HAWA dapat diibaratkan sebagai API.

API tidak bisa dihilangkan dalam kehidupan kita.
Begitu pula HAWA, HAWA sangat diperlukan dalam keberlangsungan kehidupan manusia di muka bumi ini, juga dalam peradabannya.

HAWA pada dasarnya merupakan sesuatu yang netral -> tergantung dorongan positif atau negatifnya yang lebih dominant.

Misal : Dorongan untuk makan, dorongan untuk meneruskan keturunan, dorongan untuk sukses, dll.

Dorongan yang ditimbulkan oleh HAWA bisa membawa kita ke arah kebaikan, tetapi bisa juga membawa ke arah keburukan.

Dorongan untuk makan -> Baik, karena manusia butuh makan untuk bertahan hidup, tetapi bisa jadi buruk, jika dilakukan pada saat yang tidak tepat (mis.sewaktu puasa,dsb), atau mengambil makanan orang lain tanpa izin yang punya, dll.
Dorongan dalam berhadapan dengan lawan jenis (nafsu ….) -> Baik, untuk terus berkembangnya generasi manusia dan jika pasangannya adalah suami / istrinya, tetapi bisa juga buruk, jika memperlakukan hal yang sama terhadap semua wanita/pria yang bukan muhrimnya.
Dan banyak lagi contoh lainnya ------------------
Oleh karena itu yang harus diperhatikan adalah : AKAL harus lebih menang dari HAWA.
Jangan sampai HAWA menguasai AKAL.
Manusia yang HAWA-nya lebih dominant daripada AKAL dapat berperilaku seperti hewan.
Pembeda antara manusia dengan mahluk ciptaan Allah yang lain adalah AKAL-nya.


Regards
-J-

0 Comments:

Post a Comment

<< Home